News

Pergerakan Tanah di Lebak Picu Kerusakan Belasan Rumah Warga

Lebak (KABARIN) - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak bikin warga Kecamatan Cikulur waswas. Hujan deras yang turun beberapa hari terakhir memicu pergerakan tanah dan berdampak ke permukiman warga di Desa Cigoong Utara.

Total ada 19 rumah warga dan satu mushalla yang terdampak. Mayoritas bangunan mengalami retak di bagian dinding hingga struktur rumah dinilai tidak lagi aman untuk ditempati.

"Semua warga di sini masih siaga, karena khawatir kondisi rumah ambruk," kata Ketua RW 03 Desa Cigoong Utara Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Kojles.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut, khususnya di dua RT wilayah Marga Mulya. Meski sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing masing, satu keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi bangunannya nyaris roboh.

"Kami sekarang memfokuskan keselamatan dan setiap hari siaga, karena khawatir terjadi cuaca ekstrem lagi," ujar Kojles.

Warga lain bernama Ahmad mengaku rumahnya mengalami retakan cukup parah di bagian tembok. Kondisi ini membuat dirinya dan keluarga terus waspada terhadap kemungkinan bencana lanjutan.

"Pergerakan tanah itu tentu warga waspada karena khawatir terjadi bencana susulan," katanya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak menyatakan sedang melakukan pendataan dan asesmen di lokasi terdampak. Hasilnya akan segera dilaporkan ke pimpinan daerah untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

"Kami setelah melakukan asesmen, nantinya dilaporkan ke pimpinan yakni sekda untuk ditindaklanjuti," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak.

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: